Kehilangan itu hal yang
sangat lumrah
Darinya aku belajar begitu
banyak
Mengalami begitu banyak
Merasakan begitu banyak
Bukan kali pertama mengalami hal semacam ini
Dua kali? Tiga kali? Atau lebih banyak lagi?
Entahlah... yang dirasa, semua hanya ilusi dan delusi
Pergi begitu saja melewatkanku
Sedari dulu, aku membenci
paksaan, dipaksa atau memaksa
Aku pernah dikatakan
sedingin es batu
Pernah pula dikatakan
seacuh-acuhnya manusia
Aku memang begitu
Lantas, aku menganggap semua
baik-baik saja
Kemudian kamu?
Mempertanyakan kenapa aku baik-baik saja?
Aku terheran, kemudian aku
mulai mencari masalah
Lalu apa yang kamu katakan setelah itu?
Aku menuruti apa maumu, mengada-ngada masalah
Membuat onar seolah kamu melakukan kesalahan
Membuat hal yang awalnya tidak aku pedulikan menjadi boomerang
Sebuah permasalahan yang aku sendiri malas melakukannya
Aku pernah sebodoh itu
Mempermasalahkan apa yang tidak ingin aku permasalahkan
Bodoh bukan?
Nyatanya, semua yang
kulakukan itu percuma saja
Menyiksa diriku
Membuatmu tak nyaman pula
Bukankah itu yang kamu
pertanyakan padaku sebelumnya?
Hahaha, sebuah kisah yang sangat klasik
Membuat dua orang babak belur tak bertujuan
Ke arah mana kian menepi pun sangat abu-abu
Hingga akhirnya mereka menyerah
Bukan karena tak mampu lagi
Namun, semua yang dilakukan sangatlah sia-sia
Kini tidak ada lagi cerita
seperti itu dalam hidupku
Semua sirna, mengambang,
kemudian pergi perlahan
Semua kisah itu telah mati
Dihancurkan ego pribadi dan
berbagai kekeliruan
Nyatanya aku masih bisa
hidup
Terus melangkah dan
menggapai mimpi-mimpiku yang baru
Tidak ada lagi yang bisa disalahkan
Seolah semua yang terjadi telah tertata sedemikian rupa
Entah seperti apa pada akhirnya
Penerimaan terhadap kehidupan selalu memberi jalan
Kebimbangan yang hilang, kesakitan yang memudar,
Serta harapan hidup yang masih panjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar